Kuwait City (Espos) Israel harus dicap sebagai satu negara teroris karena serangan 22 harinya di Jalur Gaza. Hal ini ditegaskan Presiden Suriah Bashar al Assad dalam satu KTT Arab di Kuwait, Senin (19/1).

"Negara-negara Arab harus mengumumkan satu dukungan tegas bagi perlawanan Palestina. Saya mengimbau KTT Arab untuk secara resmi mendeklarasikan Israel sebagai satu negara teroris karena kejahatan yang dilakukannya di Gaza," kata Bashar.
"Gencatan senjata tidak berarti berakhirnya agresi karena pasukan pendudukan masih berada di Gaza," kata pemimpin Suriah itu dan mendesak perlunya solidaritas Arab bagi perjuangan mereka. Emir Kuwait Sheikh Sabah al Ahmad al Sabah membuka KTT itu dengan satu imbauan langkah-langkah kolektif Arab dengan melakukan tindakan-tindakan praktis untuk menstabilkan gencatan senjata di Jalur Gaza.
Sementara itu Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz pada Senin mengumumkan sumbangan senilai US$1 miliar atau setara Rp 11 triliun bagi pembangunan kembali Gaza yang digempur Israel selama beberapa pekan.
"Atas nama rakyat Saudi, saya umumkan sumbangan sebesar US$1 miliar bagi program pembangunan kembali Gaza," kata Raja Abdullah pada pembukaan konferensi tingkat tinggi Arab di Kuwait.
Para pemimpin Arab diperkirakan akan menyetujui penyediaan dana US$2 miliar dolar bagi rekonstruksi Gaza.

0 komentar